Selamat datang di #19putra's.blogspot.com ini adalah blog anak sma yang bercita - cita sebagai penulis dan motivator

Minggu, 27 November 2011

pengorbanan seorang anak demi Ibunya

suatu hari ada seorang anak yang bernama Imam. Imam ini ayahny bekerja sebagai tukang tambal ban yang berpenghasilannya tidak seberapa besar, sedangkan ibunya bekerja sebagai pedagang gorengan yang pengahsilannya kurang begitu "cukup". Imam memiliki adik yang berumur 3thn. Imam adalah murid kelas 5 disebuah SD di kota surabaya, meski keluarganya adalah keluarga tidak mampu namun prestasiny cukup memuaskan disekolahnya. suatu ketika ayahnya jatuh sakit keras. Ibunya bekerja keras untuk membeli obat demi suaminya cepat sembuh. Imam melihat ayahnya terbaring lemah di kasur "Batu" itu. saat pulang sekolah Imam mencari pekerjaan untuk ayahnya, dia mendaatkan pekerjaan menyuci mobil di bengkel dekat rumahnya, jam 4 dia telah menyuci mobil sebanyak 10mobil tanpa lelah. Ia mendapat gaji sebesar 20rb "Alhamdulilah makasih tuan" dengan senang Ia langsung menuju ke apotek terdekat untuk membeli obat.

saat dia pulang, Ia melihat "bendera kuning" di depan gang rumahnya. Ia binggung siapa yang meninggal, tanpa pikir panjang Ia lari secepat mungkin kerumahnya. saat sampai dirumahnya Imam melihat banyak orang dirumah itu, Imam shock dan seorang tetangganya menghampirinya "Imam, sabar ya. Allah sedang menguji keluargamu, jangan sedih, imam" kata lelaki tersebut. Mata Imam mulai berkaca-kaca, dia langsung menuju kedalam rumah dan Imam mendapati ayahnya menggunakan baju "putih" dan telah menutup seluruh tubuhnya. "Ibu, ayah kenapa bu?" kata imam sambil berkaca-kaca, "ayahmu tidur sayang" ibunya menjawab dengan tersenyum dan menagis. Imam mengerti apa yang dibilang Ibunya soal "Tidur". "yah, bangun yah. jangan tinggalin Imam, ibu dan adik yah! yah bangun yah. Imam mohon!" sambil menangis. Ibunya tidak tega melihat Imam menangis karena ayah imam di"panggil" sang maha pencipta. setelah ibu semua orang mengiring perjalanan dari rumah ke "lubang peristirahatan" ayah Imam. setelah memakamkan ayahnya, imam terus menangis tnpa henti.

setelah seminggu ditinggal ayahnya imam bertekat untuk membantu ibunya bekerja dan menafkahi adiknya yang masih kecil. "ayah tenanglah disurga, Imam berjanji akan menjaga ibu dan adik ayah. ini janji Imam!" dalam do'anya.

Imam, mencari pekerjaan kesana kemari. namun semuanya menolak karena Imam masih kecil. keesokan harinya Imam tetap mecari pekerjaan dan Ia mendapatkan pekerjaan sebagai loper koran. keesokan harinya dia bekerja dari jam 5-7 pagi lalu Ia lanjutkan kesekolah dan seusai sekolah Ia melanjutkannya sampai jam 2 siang. terus hingga 6 bulan, Ibunya tidak tau kalau Imam bekerja demi membantu Ibunya.

suatu ketika saat imam pulang setelah memberi bunga untuk Ibunya, saat menyeberang diperempatan lampu merah Ia tertabrak mobil dan Ia langsung dibawa kerumah sakit oleh yang menabrak Imam. Imam mengalami patah tulang di tangannya dan kritis. Ibunya mengerti kalau Imam mengalami kecelakaan dari tetangganya dan Ibunya bergegas kerumah sakit. dan mendapati anaknya terbaring lemah. "Nak, kamu gak apa nak?" tanya ibunya sambil menagis. "Imam, gak apa kok bu. Ibu, Imam ada hadiah untuk Ibu, selamat ulang tahun Ibu" sambil menyodorkan bunga yang hancur itu kepada ibunya.Ibunya menerima bunga ibu dengan bersedih. "Ibu, Imam selama ini bekerja untuk keluarga. Imam menyimpannya dicelengan dibawah tempat tidur imam. Ibu ma'afin Imam yah, Imam ingin pamit". "Imam, gak boleh bilang begitu!" kata ibunya sambil membentak. "Imam sudah dijemput ibu. Imam pamit Ibu. Imam sayang Ibu" saat itu pula Imam meninggalkan ibunya dengan tenang. Ibunya menangis tanpa henti.

Setelah Imam dimakamkan, ibunya menuju ke kamar Imam dan mengambil celengan itu. di atas celengan Itu ada surat, Ibunya membuka surat tersebut. "Ibu ini uang dari pekerjaan Imam selama 6 bulan, semoga bermanfaat ibu. dan Selamat ulang taun juga ibu. Ibu adalah pahlawan dikeluarga ini, Ibu bagaikan ayah. Ibu Imam, sangat sayang sekali sama ibu, namun Imam belum bisa memberi yang terbaik. Ibu gunakanlah uang ini. Anakmu, Imam". Ibunya menangis membaca surat tersebut.

Hargailah orantuamu yang telah membesarkanmu selama ini jadikan ini sebagai pacuan untuk menghormati orangtuamu. jika orangtua anda masih hidup sayangilah mereka, dan hormatilah mereka masih ada waktu. jika orantua anda telah tiada do'akanlah mereka agar mereka masuk surga dan menjauhkan mereka dari api neraka. sahabat, ini adalah sebagian kecil dari seorang anak yang berkorban demi ibunya. semoga cerita ini dapat beranfaat bagi anda semua.

Ibu adalah segala - galanya untuk kita. kita mencintainya kadang kita buat ibu menangis.
ibu kaulah yang sempurnakan hidupku. Aku sayang Ibu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar